Menelusuri Jejak Pelaut Muslim dan Keramik China di Situs Bongal

News  
Fragmen keramik China di masa Dinasti Tang yang ditemukan di titik penggalian delapan di Situs Bongal, Desa Jago Jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Selasa (22/2/2022). Dok: Sultanate Institute
Fragmen keramik China di masa Dinasti Tang yang ditemukan di titik penggalian delapan di Situs Bongal, Desa Jago Jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Selasa (22/2/2022). Dok: Sultanate Institute

Temuan-temuan keramik-keramik China di Situs Bongal, Desa Jago Jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara dalam survei maupun kegiatan ekskavasi Situs Bongal cukup melimpah. Keberadaan keramik-keramik China di situs ini justru menguatkan peran pedagang dan pelaut Muslim dari Timur Tengah dalam perdagangan dunia.

Ahli Arkeologi Islam, Deddy Satria mengatakan, keramik China merupakan barang istimewa selain sutera yang diproduksi secara massal oleh negeri Tirai Bambu. Keramik China juga menjadi ciri khas dari negeri tersebut dalam perdagangan dunia.

"Keramik China menjadi semacam barang bergengsi dan cukup dicari pada masa itu," kata Deddy melalui pesan tertulis belum lama ini.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Menurut Deddy, sebaran dan perkembangan industri keramik China juga menunjukan relasi kebudayaan antar bangsa bahkan imperium besar dunia. Misalnya relasi antara China dengan Islam.

"Ketika Timur Tengah atau dunia Islam membutuhkan keramik dalam jumlah banyak, mengingat begitu banyaknya maka produksi keramik China semakin besar," ujarnya.

Kenyataan tersebut, menurut Ahli Arkeologi Islam ini, mengantarkan pada sejumlah pertanyaan. Apakah bangsa China yang membawa sendiri produk keramik tersebut hingga tersebar ke berbagai belahan dunia Islam?

Deddy mengungkapkan, para arkeolog, ahli kelautan dan sejarawan telah menggali berbagai sumber. Untuk mengetahui apakah China telah terlibat dalam perdagangn sejak abad ke-7 Masehi.

Baca juga: Artefak Dari Dunia Islam Banyak Ditemukan di Situs Bongal

Dalam kajian sejarah ditemukanlah kisah atau catatan I-Tsing, seorang pendeta Buddha yang melakukan perjalanan ke Barat atau tepatnya ke India di penghujung abad ke-7 Masehi.

"Menariknya I-Tsing sendiri menulis dia tidak naik kapal kapal China. Dia berangkat dari China menuju India tidak naik kapal China dan dinahkodai orang China, melainkan oleh nahkoda-nahkoda dari Asia Teggara atau kepulauan Melayu," jelas Deddy.

Deddy menjelaskan, I-Tsing dalam catatannya juga menyebutkan ada kapal-kapal dari Thaci. Kapal-kapal dari Tachi dalam bahasa China selalu dikaitkan dengan Persia.

Kemudian para peneliti memahami bahwa Tachi tidak hanya Persia, melainkan orang-orang dari dunia Islam secara keseluruhan. Yaitu, orang Muslim dari Arab maupun orang Muslim dari Persia. Sebab pada periode ini Persia telah ditaklukan oleh Islam.

Fragmen keramik China di masa Dinasti Tang yang ditemukan di titik penggalian delapan di Situs Bongal, Desa Jago Jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Selasa (22/2/2022). Dok: Sultanate Institute
Fragmen keramik China di masa Dinasti Tang yang ditemukan di titik penggalian delapan di Situs Bongal, Desa Jago Jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Selasa (22/2/2022). Dok: Sultanate Institute

"Dengan kata lain kecil kemungkinan orang China ikut dalam pelayaran dunia saat itu atau pada abad ke-7 Masehi. Jadi yang sangat mungkin membawa barang-barang itu (keramik China) kalau bukan masyarakat Asia Tenggara tentu orang-orang dari dunia Islam yang mampu melayari Samudera karena telah menciptakan kapal-kapal besar," jelas Deddy.

Kapal-Kapal Karam

Deddy mengungkapkan, beberapa penelitian bawah air telah dilakukan arkeolog dan ahli kelautan. Mereka menemukan kapal-kapal karam berisi keramik-keramik China. Temuan ini menjadi acuan dalam memahami sebaran keramik-keramik China di berbagai kawasan pada abad ke-7 sampai ke-10 Masehi.

Tapi yang mengherankan adalah keramik-keramik China dari Dinasti Tang ini bukan satu-satunya benda yang diangkut oleh kapal tersebut. Keramik Tang itu ditemuakan bersama dengan barang-barang lain seperti botol-botol dari Timur Tengah, koin, stempel dan batu-batu mulia yang sangat dikenal dalam dunia Islam.

"Selain itu, ditemukan barang-barang dari Asia Tenggara seperti logam, tembikar dari tanah liat yang di bakar dalam suhu yang relatif rendah," jelas Ahli Arkeologi Islam ini.

Baca juga: Lempengan Berinskripsi Arab Ditemukan di Situs Bongal Sumatera Utara

Temuan-temuan tersebut dikatakan Deddy, dapat menjadi pembanding yang relevan dengan temuan-temuan keramik China di Situs Bongal.

Menurutnya, temuan-temuan keramik China di situs Bongal seolah turut menjadi saksi peran pelaut dan para pedagang dari dunia Islam dalam pelayaran dunia. Mereka sekaligus merajut kebudayaan antar imperium yang berkuasa waktu itu.

"Dapat ditarik kesimpulan bahwa yang sangat mungkin membawa keramik-keramik ke Bongal adalah para pelaut dari Timur Tengah atau dari Nusantara sendiri, dan China tidak pernah membawa barang-barang itu sendiri pada masa Tang sampai kemudian tergantikan oleh Dinasti Song," kata Deddy.

Baca juga: Jejak Bangsawan Muslim di Era Kerajaan Majapahit

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image