Kementerian Agama Gelar Kompetisi Sains Madrasah 2022

News  
Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 di IAIN Manado pada 16-21 September 2022. (Foto: Kemenag)
Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 di IAIN Manado pada 16-21 September 2022. (Foto: Kemenag)

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2022 yang akan mengambil venue di Asrama Haji Pondok Gede, Kota Jakarta Timur. Kompetisi bertema "Mandiri Berprestasi Bangkitkan Negeri" ini akan digelar selama empat hari mulai 10-14 Oktober 2022.

KSM adalah ajang kompetisi sains paling bergengsi di lingkungan madrasah. Acara ini akan mempertemukan para siswa juara dari tiga jenjang madrasah, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan Madrasah Aliyah (MA). Mereka yang berlaga di Jakarta adalah para siswa yang sebelumnya telah memenangi kompetisi di tingkat kabupaten dan provinsi. Selain KSM, di dalamnya juga ada sub-kegiatan yang melebur dalam acara ini, yaitu Madrasah Young Researchers Supercamp dan Science Expo.

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, senang pihaknya dapat kembali menyelenggarakan acara KSM setelah dua tahun terpaksa dilakukan dengan cara daring akibat pandemi. Acara seperti ini penting untuk menciptakan iklim kompetisi yang kuat di kalangan madrasah.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Anak-anak madrasah saat ini jauh berkembang, mereka tumbuh di zaman yang berbeda dalam suasana revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Kita harus memberikan mereka bekal agar siap menghadapi segala tantangan," kata Menag melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Ahad (9/10/2022).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menambahkan, pemerintah memiliki beban untuk menjawab tantangan publik Muslim, agar menciptakan sekolah berciri agama yang memiliki kapasitas mendalami keilmuan sains. Acara seperti KSM digelar dalam rangka menanamkan kesadaran dan kecintaan pada sains yang sudah didalami.

"Hal ini mutlak seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Kita ingin siswa madrasah terlatih pada daya kritis, kreatif, dan inovatifnya," ujar Ramdhani.

Direktur Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh Isom, mengatakan, desain acara ini mencakup dua aspek, sains dan keagamaan atau humaniora. Siswa madrasah tidak mungkin melepas identitasnya sebagai pelajar yang menimba ilmu dalam kurikulum berciri khas Islam.

"Maka secara umum, mata lomba akan terbagi dalam tiga grup besar, yaitu Sains dan Pengembangan Teknologi (MST), Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH), dan Ilmu Keagamaan," jelas Isom.

Dalam acara KSM empat hari tersebut, sebanyak 446 siswa dari seluruh provinsi di Indonesia akan beradu hebat dalam 10 mata lomba. Di antaranya Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, IPS Terpadu Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi, dan lain-lain.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image