Pandangan Syekh Atha'illah Jika Manusia Meminta Upah Kepada Allah

Hikmah  
Lafadz Allah 
Lafadz Allah

Agama Islam mengajarkan umat manusia untuk melakukan amal perbuatan baik sekaligus melaksanakan ibadah yang diwajibkan bagi mereka. Muncul pertanyaan, bagaimana jika manusia menuntut upah kepada Allah atas amal perbuatan dan ibadahnya.

Menurut pandangan Syekh Ibnu Atha'illah dalam Kitab Al-Hikam, jika manusia menuntut upah atas amal perbuatannya, maka manusia itu dituntut kesempurnaan dan keikhlasan dalam melaksanakan amal perbuatannya.

"Apabila kamu menuntut upah atau pahala atas suatu amal perbuatan, pasti kamu juga akan dituntut kesempurnaan dan keikhlasan kamu dalam amal perbuatan itu. Bagi seseorang yang merasa belum sempurna, harus merasa cukup puas jika ia telah selamat dari tuntutan itu." (Syekh Atha'illah, Al-Hikam).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Terjemah kitab Al-Hikam oleh Ustaz Bahreisy menambah penjelasan perkataan Syekh Atha'illah dengan mengutip beberapa pernyataan ulama terdahulu.

Khair Annassaj mengatakan, timbangan amal kamu itu sesuai dengan perbuatan kamu, karena itu mintalah kemurahan karunia-Nya, karena itulah yang baik untuk kamu.

Al-Wasithy mengatakan, ibadah-ibadah itu lebih dekat kepada mengharap maaf dan ampun daripada mengharap pahala dan upah. Annash Rabadzy mengatakan, ibadah-ibadah itu bila diperhatikan kekurangan-kekurangannya, lebih dekat kepada mengharap maaf daripada mengharap pahala dan upah.

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (QS Yunus: 58)

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar mengatakan kepada umatnya bahwa rahmat Allah adalah karunia yang paling utama, melebihi keutamaan-keutamaan lain yang diberikan kepada mereka di dunia. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan agar mereka bergembira dan bersyukur atas nikmat yang mereka terima, yang melebihi kenikmatan-kenikmatan yang lainnya.

"Jangan menuntut upah atas amal perbuatan yang bukan dilakukan oleh diri kita. Sebenarnya sudah cukup besar upah dari Allah untuk kamu, ketika Allah menerima amal perbuatan kamu." (Syekh Atha'illah, Al-Hikam)

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ

"Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS As-Saffat: 96)

Ibrahim Allaqqany mengatakan, Allah yang menjadikan hamba dan segala perbuatannya. Allah juga yang memberikan taufik kepada siapa yang akan sampai mendekat kepada-Nya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image