Tips Memilih Hewan Qurban Saat PMK Mewabah

Santai  
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa kesehatan hewan sapi di salah satu lokasi penjulan hewan kurban di Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (17/5/2022). Foto: Abdan Syakura/ Republika
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa kesehatan hewan sapi di salah satu lokasi penjulan hewan kurban di Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (17/5/2022). Foto: Abdan Syakura/ Republika

Sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan ibadah qurban. Pastinya banyak masyarakat yang bertanya tentang tips atau cara memilih hewan qurban yang baik dan benar saat penyakit mulut dan kuku (PMK) mewabah.

Berikut ini adalah tips memilih hewan qurban yang baik menurut Direktur Halal Research Centre Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Ustaz Nanung Danar Dono PhD.

Pertama, hewan jantan sehat dengan badan tegap, tubuh simetris proporsional, gerakan lincah, nafsu makan normal, tidak lunglai atau lemah, aktif bergerak, wajah ganteng menawan hati.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Kedua, kuku kaki sehat dan utuh, gerakan saat berjalan normal, tidak pincang. Jika sakit maka nafsu makan hilang, malas berjalan, dan tubuh lemah.

Ketiga, mata berbinar, hidung basah berembun, pandangan tenang, bulu-bulu halus mengkilap dan lembut (tidak kasar atau kusam).

Keempat, tidak ada bercak darah (atau darah yang mengalir) pada lubang-lubang tubuh, seperti lubang mata, hidung, mulut, telinga, dubur, dan kemaluan. Salah satu indikasi hewan terinfeksi Anthrax adalah keluar darah dari lubang-lubang di tubuhnya.

Kelima, hindari membeli hewan qurban yang dipelihara di tempat pembuangan sampah. Waspadai konsumsi limbah logam berat.

Informasi Penting Terkait PMK

Pertama, hewan ternak yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) harus dikarantina dan tidak boleh diperjualbelikan.

Kedua, PMK sangat menular dari ternak ke ternak (dengan masa inkubasi 2-14 hari), namun tidak menular ke manusia.

Ketiga, PMK menyerang hewan berkuku belah: sapi, kerbau, kambing, domba, unta, babi, serta hewan liar seperti bison, rusa, antelope, dan lain-lain.

Keempat, ciri-ciri PMK di antaranya: nafsu makan hilang, tubuh lemah, kurang agresif, demam (suhu tubuh sampai 41 C), banyak mengeluarkan air ludah (over salivation), lesi/ luka pada bagian mulut, lidah, gusi (di sekitar gigi), serta kulit di atas kuku.

Kelima, produk peternakan (daging dan susu) yang telah dimasak hingga matang, Insya Allah aman dikonsumsi.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap dan detail terkait "Tips Memilih Hewan Qurban Saat PMK Mewabah" dari Ustaz Nanung Danar Dono PhD bisa dilihat di Channel Youtube Republika Official di bawah ini.

Untuk diketahui Ustaz Nanung Danar Dono PhD adalah Direktur Halal Research Centre Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Auditor Halal LPPOM MUI Provinsi DIY, Pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DIY, dan Dewan Syariah Juru Sembelih Halal (JULEHA) DIY.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image